BPK (Biaya per klik) atau BPK (Biaya per klik) adalah jumlah pembayaran yang akan diterima oleh penerbit untuk setiap iklan yang diklik. Nilai BPK dari satu iklan berbeda dengan iklan lainnya. Nilai tinggi dan rendah dari iklan BPK bervariasi dan variasi ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penghasilan Adsense.

Jika iklan yang diklik oleh pengunjung adalah iklan yang memiliki BPK tinggi, maka penghasilan Adsense juga akan tinggi. Sebaliknya, jika iklan yang diklik oleh pengunjung adalah iklan yang memiliki BPK rendah, maka penghasilannya juga akan rendah. Dengan kata lain, semakin tinggi nilai BPK suatu iklan, semakin tinggi pendapatan Adsense dan semakin rendah nilai BPK iklan tersebut, semakin rendah pula pendapatannya. Nilai BPK iklan ditentukan oleh pengiklan.

Memiliki penghasilan tinggi karena nilai iklan BPK yang tinggi tentu menjadi harapan setiap penerbit Adsense. Dengan nilai BPK yang tinggi, kerja keras dan perjuangan untuk mengembangkan blog sepertinya terbayar dengan harga yang memuaskan.

Namun, karena nilai BPK ditentukan oleh pengiklan dan hanya mereka yang memiliki Google Adsense yang tahu nilai pastinya, maka nilai BPK yang rendah dari iklan merupakan faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh penerbit.

Meskipun mereka telah melakukan berbagai upaya dalam konteks meningkatkan nilai BPK iklan, nilai BPK iklan sering menurun atau anjlok dengan sendirinya.

Namun, melihat berbagai faktor yang memiliki pengaruh pada nilai iklan BPK, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan nilai iklan BPK, terutama iklan BPK untuk blog berbahasa Indonesia menurun secara dramatis. Selanjutnya kami merangkum tujuh faktor yang menyebabkan rendahnya iklan BPK.

4 Hal Yang Menyebabkan CPC Atau BPK Adsense Rendah 2020:

1. Pengurangan Jumlah Pengiklan (Adversite)

Nilai BPK cenderung bergantung pada persaingan yang terjadi selama pelelangan iklan. Persaingan yang semakin ketat antara pengiklan, semakin baik nilai iklan BPK. Persaingan yang terjadi tentu sangat tergantung pada jumlah pengiklan yang tersedia.

Semakin banyak pengiklan berpartisipasi dalam pelelangan iklan, semakin ketat kompetisi dan tekanan pelelangan. Namun, jika jumlah pengiklan kecil, maka tekanan kompetitif selama lelang iklan akan berkurang dan itu dapat mengurangi nilai BPK iklan.

Berkurangnya jumlah pengiklan menyebabkan persaingan menurun. Kurangnya kompetisi akan menyebabkan pengiklan menawarkan harga yang relatif lebih rendah daripada ketika kompetisi sengit. Akibatnya, nilai BPK dari iklan yang muncul juga rendah.

2. Tidak Ada Potensi Topik Blog untuk Adsense

Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai iklan BPK adalah topik yang kita bahas di blog. Topik blog akan sangat menentukan iklan BPK tinggi dan rendah yang muncul kemudian. Penggunaan topik yang tidak berpotensi akan menyebabkan nilai BPK adsense rendah.

Seperti yang kita ketahui, dalam menampilkan iklan, Adsense mencoba menyebabkan relevansi antara iklan dan konten. Pengiklan juga memiliki topik yang mereka targetkan sesuai dengan produk dan pasar mereka.

Untuk menampilkan relevansi ini, Adsense mendeteksi kata kunci yang paling sering muncul di konten dan menargetkan iklan yang muncul berdasarkan kata kunci ini. Semakin relevan iklan dengan konten, semakin besar peluang iklan diklik dan nilai BPK umumnya tinggi.

Masalahnya, tidak semua topik berpotensi untuk Adsense. Ada beberapa topik yang ditargetkan oleh banyak pengiklan dan topik itu adalah pengiklan yang sangat sepi atau bahkan tidak tertarik sama sekali oleh pengiklan karena mereka tidak relevan dengan kategori iklan mereka.

Baca Juga: Cara Meningkatkan CPC/BPK Google Adsense 2020.

Ketika sebuah topik atau sebuah Keyword yang kita bidik di dalam sebuah artikel tidak mempunyai bobot maka menjadi sebuah penyebab turunnya CPC dan BPK Adsense. Alhasil, persaingan untuk slot iklan tidak terlalu ketat. Akibatnya, nilai BPK iklan yang muncul relatif rendah.
Selain itu, dalam membuat konten, topik yang tidak berpotensi mengandung kata kunci yang mengundang iklan berbayar rendah. Artinya, kata kunci ini telah ditargetkan oleh pengiklan yang anggarannya kecil sehingga iklan yang muncul memiliki BPK rendah.

3. Format Iklan Tidak Tepat

Format iklan yang kami tampilkan akan sangat memengaruhi nilai BPK iklan. Setiap unit iklan memiliki kinerja yang berbeda dalam hal BPK dan menunjukkan hasil yang berbeda untuk setiap karakter blog.

Penggunaan ukuran, jenis, dan desain blog yang tidak sesuai akan menyebabkan nilai BPK iklan yang muncul relatif rendah. Menggunakan iklan ukuran kecil biasanya kurang optimal dalam hal BPK karena persaingan untuk iklan kecil tidak sebanyak iklan besar.

Ketika kami menempatkan iklan dengan ukuran kecil yang cenderung spesifik, maka iklan lain yang ukurannya lebih besar atau lebih lebar tidak dapat bersaing untuk mengisi slot. Akibatnya, persaingan iklan akan berkurang dan nilai BPK juga akan berkurang.

Kondisi ini juga akan lebih buruk jika Anda menggunakan iklan dengan ukuran yang tidak sedang tren di kalangan pengiklan. Itu berarti tidak banyak pengiklan menyediakan iklan sebesar ini, sehingga slotnya sangat sunyi.

4. Terlalu Sering Blokir Iklan

Google Adsense menyediakan fasilitas untuk memblokir iklan agar tidak muncul di blog kami. Melalui fitur ini, penerbit dapat memblokir iklan yang tidak mereka inginkan atau iklan yang tidak relevan dengan konten mereka.
Dalam beberapa kasus, memblokir iklan memang terbukti meningkatkan nilai BPK Adsense karena iklan yang diblokir memang iklan yang memiliki nilai BPK rendah. Dalam hal ini, pemblokiran bertujuan agar hanya iklan dengan BPK tinggi yang bersaing.

Namun, bagaimana jika iklan yang diblokir sebenarnya adalah mereka yang memiliki BPK tinggi? Masalahnya adalah kita tidak dapat memastikan nilai BPK iklan karena selain ditentukan oleh pengiklan dan kompetisi lelang, nilai BPK iklan dapat berubah selama periode tertentu.

Jika kami benar-benar memblokir sejumlah iklan yang benar-benar memiliki nilai BPK tinggi, maka tentu saja pemblokiran itu adalah optimasi yang salah. Jika iklan dengan BPK tinggi diblokir, maka kemungkinan besar iklan yang bersaing adalah iklan dengan BPK rendah.

Selain itu, pemblokiran iklan juga harus melihat kondisi blog. Jika blog kami membahas topik potensial untuk Adsense atau topik yang ditargetkan oleh banyak pengiklan, maka memblokir sejumlah iklan mungkin tidak terlalu mempengaruhi ketersediaan iklan karena masih banyak pengiklan yang bersaing.

Sekian Artikel  tentang pembahasan 4 Hal Yang Menyebabkan CPC Atau BPK Adsense Rendah 2020 baik di awal tahun maupun di akhir tahun. Semoga artikel yang kami berikan di atas bermanfaat dan menjadi refensi terhadap anda untuk meningkatkan CPC dan BPK Adsense 2020.

Tinggalkan Komentar

Peraturan Berkomentar
1. Jangan menggunakan kata-kata kotor dan kasar
2. Jangan menyertakan link dalam berkomentar
3. Jangan membahas keluar topik, jika keluar topik sebaiknya gunakan Contant Form yang disediakan

أحدث أقدم